tuk jundi-jundi kecilku tersayang (part 2)

September 15th, 2007 by putri-hikari

Hari kedua…..masih sama..,

karena aku belum menemukan metode yang tepat

untuk bisa menjadi sahabat nona-nona dan tuan-tuan kecil itu.

Hanya saja…untuk hari kedua ini,

akhirnya mereka kuajak untuk membaca

surat

Al-Ikhlas dan An-Naas.

Lucu..banget.. ketika pandanganku tertuju

pada skumpulan santri yang umurnya masih 3 dan 4 tahun,

yang memang mereka duduknya berdekatan.

Di saat temen-temen yang lain membaca

surat

pendek,

mereka menyanyi lagu pelangi-pelangi……..

bener-bener uji kesabarannnn…

Hari ketiga, berbasis pengalaman hari pertama dan kedua,

akhirnya kuputuskan

untuk membawa wireless kecil dari rumahku

untuk membantu agar suaraku tidak habis

saat mengajar anak-anak lucu itu……

dan alhamdulillah terbantu dengan

tidak harus banyak menghabiskan energi melalui suara.

Nah setelah mereka baca iqro’ seperti biasa,

mereka yang sudah selesai duluan (karena metodenya baca satu anak-satu anak), akan lari ke lapangan basket dan bermain sepedaan,

bermain pasaran masak-masakan, lari-larian.

Hingga saat semua selesai…

aku harus memanggil mereka kembali ke serambi masjid

Tahukan teman???

kami ustadz-ustadzah TPA khusus iqro’ 1 dan 2 ini,

harus ikut sepedaan, lari-larian,

karena semakin dikejar, semakin mereka a

kan membuat kita berlarian bersama mereka……

Setelah duduk manis……

kuajak mereka mambaca surat al-fatihah dan 2 surat pendek,

kubenarkan lafal tsa, yang dibaca sa oleh mereka

dan 1 lagi kuajari mereka menyanyikan lagu ini,

yang sampai harus 6 kali aku nyanyikan dulu

baru mereka bisa ngikutin,

yang liriknya diambilkan dari lagu satu-satu

satu satu aku cinta Allah

dua dua cinta Rasulullah

tiga tiga cinta ibu bapak

satu dua tiga jalan masuk surga

sudah selesaikah??

ini belum selesai teman….setelah ditutup…maka pasti akan ada suara

“mbak….tasku mana?

Sandalku hilang, dimana…hiks..hiks..”

Bukuku dimana,

Hua..hua..hua.., tangisan bingung dari anak-anak usia batita..

Bu guru………aku marah sama bu guru…

kok bukan aku duluan yang disuruh pulang,

kan

aku paling anteng…

Mbak…ustadz….bu guru…….dan lain-lain sebagainya….

Tapi teman..dibalik kerepotan ini,

aku selalu senang bertemu mereka.

Aku selalu menantikan kejadian apa lagi yang akan terjadi esok hari,

ketika aku bertemu dengan mereka.

Sungguh tingkah mereka membuatku selalu kangennn berat pada mereka.

Meski repot, tapi mereka yang bisa menghilangkan penatku sepulang kerja,

meski dengan kehabisan suara

merekalah yang membuatku bisa tertawa…lepassss…

melihat ucapan polos.

Meskipun mereka cengeng

merekalah yang dapat menguji kesabaranku

dan semakin mengingatkanku pada-Nya,

karena hanya atas kebesaran-Nya lah

tercipta jundi-jundi kecil nan nggemesin ini.

Dan satu lagi..yang sering aku bayangkan…

pada setiap kali aku memperhatikan mereka,menatap mereka tanpa mereka tahu…akan jadi seperti apakah mereka 15-20 tahun kelak……

Buat elsa, alya, ghefira, sita, lisa, nisa, ais, aisyah,

bryan, adit, rangga, liki, ian,fauzan,raditya

dan 20 jundi-jundi kecilku……

semoga Allah akan senantiasa melindungi kalian

dari tangan-tangan

orang yang ingin jauhkan kalian dari Islam…

Dan sungguh…aku telah jatuh cinta dengan kalian………

tuk jundi-jundi kecilku tersayang (part 1)

September 15th, 2007 by putri-hikari

3 hari sudah aku bergelut dengan dunia baru.

Yah..bisa dibilang ustadzah playgroup ;).

Di romadhon tahun ini

oleh kepala sekolah TPA masjid perumahanku

aku diamanahi untuk pegang iqro’ 1 dan 2.

Di romadhon yang lalu-lalu,

biasanya kalau nggak di Al-Qur’an,

ya iqro’ 5 atau 6.

Namun kini aku menjadi guru tetap di iqro’ 1 dan 2.

Awalnya…bayanganku,

aku akan mengajar anak usia 5 tahun ke atas.

Di kelas yang hanya 10-15 anak.

Yang mudah diarahkan,

bisa diceritain tentang kisah Nabi or kisah-kisah tokoh Islam yang lain.

Bisa diajak membaca do’a-do’a sehari-hari dengan 1-2 kali ajaran.

Bisa diajak bernyanyi dengan 1 kali aku nyanyikan.

Tapi…ternyata semua di luar bayanganku.

Aku mengajar 35-40 anak di iqro’ 1 dan 2 ini.

Dan……kebanyakan balita dan batita…

dan yang sangat berbeda di kelas ini satu-satunya yang orang tua

atau pembantunya nungguin anak-anake…

MasyaAllah…Subhanallahu…..bisa dibayangkan teman-teman

bagaimana repotnya???

Kalau temen-temen mo uji kesabaran,ketelatenan

dan kecakapan dalam mengatasi anak-anak

datanglah ke sini, sehari saja mengajar mereka.

Alhamdulillah aku dibantu oleh temen-temen remaja muslim

yang memang pada romadhon sekarang ini pada keluar semua.

Ada

sekitar 100 remaja muslim,

dan rata-rata yang datang untuk ngajar TPA 50an orang

yang disebar dari iqro’1 sampai Al-Qur’an.

Yah..ini atas izin Allah yang setelah bertahun-tahun remaja “mati”,

akhirnya berdasar inisiatif dari temen-temen yang sudah “sepuh” ini

membuat ikatan remaja muslim. Dan alhamdulillah antusiasme mereka bagus.Semoga amal ibadah kami dan mereka diterima disisi Allah.

Yup… begitulah…

aku sangat terbantu oleh remaja-remaja

yang baru menginjak usia remajanya ini,

karena kebanyakan usia belasan,

jarang yang usianya dua puluhan ke atas,

kecuali pengurus harian ikatan remaja muslim yang bisa diitung dengan jari.

Nah karena usianya yang masih pada belia inilah,

pengalaman juga kurang.

Jadi fungsi mereka kebanyakan adalah hanya mengajar ngaji iqro’,

setelah itu selesai. Giliran guru tetap yang harus

memainkan peran pasca ngaji iqro’ selesai.

Dan karena diluar bayanganku tadi,

ada kisah lucu…yang akhirnya

aku maklumi sebab usia anak-anak didikku ini balita dan batita kebanyakan.

Hari pertama setalah pulang dari kerja,

aku menempatkan diri di tengah anak-anak manis nan polos itu.

Aku ceritakan tentang kisah Nabi Yunus yang dimakan ikan hiu.

Baru dengar judulnya saja,

apa komentar anak-anak yang mengangenkanku itu???

“ Mbak…aku pernah lihat lho…ikan guedheee… banget…”

alya nama gadis kecil ini

mau nggak mau aku harus kasih feedback dulu ke dia

“O..ya? segedhe apa mbak alya” tanyaku padanya

“Segedhe….aku mbak…dia makannya rumput mbak…

dia juga suka berenang di air……

senyumku pun mengembang…..setelah itu…

“Mbak putri ikan hiu itu

kan

jahat banget…”

elsa si imut nimbrung

“insyaAllah bukan jahat kok mbak elsa, tapi…..”

“Huaaa…huaaa…huaa… bu guru

bryan

nakalin aku”………

buk..buk..buk…,

pukul-pukulan antar 2 santriku pun terjadi.

Alhasil..tidak jadilah aku cerita tentang Nabi Yunus.

Tapi mendamaikan mereka berdua dan

sekaligus mengajarkan pada santri lainnya untuk saling memaafkan.

Setelah reda, aku coba untuk mengajari mereka menyanyi

lagu Islami dengan lirik balonku ada

lima

.

Karena aku agak lupa lirik Islamnya,sebelum mencoba untuk bernyanyi,

aku bertanya dulu pada santriku di romadhon 2 tahun lalu, yang kini sudah remaja.

Nah sepertinya, santri-santri kecil itu mendengarkan percakapanku. Dan….

Dengan serta merta lagu balonku ada

lima

yang asli pun terdendangkan dengan sangat keras……Ya..Rabbi…lucuuuu banget sih ya…

Hmm…di hari pertama ini, aku sampai kehabisan suara, karena suaraku kalah dengan hiruk pikuknya, Tanya

sana

sininya mereka padaku, dan ngobrolnya mereka pada yang lainnya.

ban bocor…subhanallah

August 28th, 2007 by putri-hikari

Sore itu aku agak-agak sensi.. 2 jam sebelumnya "bos" memberitahu, kalau hari ini pukul 14.45 aku harus ketemu "klien". Perjalanan dari kantor ke lokasi memakan waktu 30- 45 menit. Begitu mendengarnya…aku sudah agak-agak sensi..sudah membayangkan akan nabrak sholat ashar, dan pasti telat sholatnya…"masa sih kita pergi nabrak sholat ashar gitu, apalagi nantinya bakalan deh sampai jam 5 atau jam setengah 6 sore", gumamku saat itu.

Di kepalaku sudah tergambar planning, setelah sampai disana,aku akan minta izin ke klien untuk "nunut" sholat ashar. Yah..nggak pa-pa deh telat setengah jam daripada nanti sholatnya menanti konsultasi dengan klien selesai. Dengan hati yang agak berat..berangkatlah aku…

Perjalanan terasa berat..jelaslah karena berangkat dengan berat pula. Sampai akhirnya di suatu tempat..500 m dari lokasi janjian dengan klien, aku mulai merasakan ada yang tidak beres dengan motorku…ban depannya kok aneh.Terasa oleng pelan-pelan….sampai akhirnya aku tahu kalau ban motor depanku bocor…

Untung nggak sampai jatuh, coz sudah was-was dan jaga-jaga kalau dugaanku semula bener (banku bocor), akupun mengendarainya tidak lebih dari 40 km/jam. Alhamdulillah…nggak jatuh..

Dan betapa surprisenya aku, karena ban motor itu bener-bener habis ketika sampai di bengkel temen seaktivitasku. Yah…bengkel milik ayah dan om dia. Subhanallah….hanya berjarak 300 meter dari lokasi janjian..

Kesempatan ini tidak kusia-siakan, aku sambangi rumahnya, dan kebetulan sekali dia baru aja pulang dari kampus..Duh..bahagianya hati ini.. waktu itu 25 menit berlalu dari aku berangkat. Dan aku bisa menjalankan sholat ashar dengan mengurangi keterlambatan menunaikannya. Karena ban bocor ini pula, alasanku terlambat bisa sangat dimaklumi oleh bos dan klien..

Subhanallah..Rabbi,terimakasih atas semua ini…yang hanya dapat terjadi karena izin-Mu.

kapitalis insyaf

August 1st, 2007 by putri-hikari

Dua kata ini aku dapatkan pertama kali dari temenku, citra, dia saat ini sudah pesen 1 kursi di GSP untuk tanggal 15 agustus nanti. Met menanti ya cit…

Dua kata ini pula untuk kedua kalinya aku dapatkan,tapi bukan dari temen sesama mahasiswa, kata ini jadi julukanku sekarang saat aku sedang mengerjakan skripsiku.

Jika dulu,citra, dapat julukan itu karena tema syari’ahnya, sekarang aku dapat julukan itu karena tema skripsiku "merakyat banget"-begitu biasanya sang dosen mengatakan.

Ya..aku mengambil tema tentang koperasi di Indonesia.Hidup matinya, kembang kempisnya koperasi di Indonesia.

Kita sama-sama tahu  kalau koperasi selalu disebut-sebut sebagai soko guru perekonomian di Indonesia, namun pada kenyataannnya yang kita lihat selama ini koperasi tidak ada gaungnya sama sekali. Jarang sekali kita lihat, dengar koperasi yang dapat "menghidupi hajat hidup orang banyak" atau minimal anggota koperasinya…

Belum pernah dalam sejarah kita mendapat cerita heroiknya pejuang koperasi hingga succes story koperasi. Sangat disayangkan jika sebuah cita-cita besar dan misi koperasi ini akhirnya lenyap karena kita yang tidak mempunyai perhatian kesana.

Aku jadi ingat,saat beberapa bulan yang lalu mengikuti diklat audit koperasi untuk para pengawas koperasi. Aku menjadi peserta termuda dari keseluruhan peserta dan panitia. Mereka rata-rata berumur 45 tahun ke atas. Dan pada saat itulah aku berpikir seandainya yang berada pada forum ini adalah kaum muda maka pasti akan lebih produktif, semangat juang kaum muda untuk mengembangkan koperasi pastinya akan jadi bara api bagi koperasi Indonesia.

Sampai kapankah koperasi harus menanti kaum muda memperjuangkannya??sampai kapankah indonesia menanti banyaknya pemuda-pemudi,para kapitalis-kapitalis insyaf..

kecewa dengan kampus???!!!

July 29th, 2007 by putri-hikari

Hari itu, tepat 2 tahun yang lalu , seperti biasa…aku kunjungi panti asuhan anak jalanan di salah satu sudut kota jogja ini…

ada hal menarik di hari itu, aku diajak oleh adik-adikku jalan-jalan, melihat dunia "luar". Yach..dunia luar,dimana aku semakin bisa mengerti betapa beruntungnya aku dibandingkan apa yang aku lihat…

Berjalan menyusuri gang demi gang..sampailah aku pada sebuah perkampungan. Kampuang yang sibuk, penuh aktivitas dan lihatlah… ini sungguh luar biasa!!!!! Aku menemukan banyak ibu-ibu, gadis-gadis seusiaku bahkan mungkin jauh lebih muda bagiku sibuk mengerjakan aktivitasnya…yang saat itu aku berpikir..bisa nggak ya kalau aku yang mengerjakannya.

Sampai pada akhirnya aku berbicara, ngobrol sana ngobrol sini…. dan tiba-tiba seorang ibu bertanya padaku," Mbak putri anak ekonomi ugm kan??bisa nggak mbak nyariin kami modal?"

Modal????untuk para ibu itu??tak pernah terbayang sekalipun dalam benakku…untuk menjadi debitur bagi mereka…or paling tidak menjadi fasilitator bagi mereka untuk mendapatkan modal bagi peningkatan hasil penjualan mereka…….

Sangat jauh dari dunia kampusku…yang jarang atau mungkin bisa dikatakan tidak pernah mendapatkan cerita, bahan kuliah, diskusi tentang kehidupan UKM dan kehidupan para ibu-ibu ini..yang mungkin sebagian kecil dari rakyat negeriku tercinta.Jauhhh banget………..

Dan inilah awal kalinya aku menjadi bimbang dengan kuliahku….. kenapa aku selalu dibumbung tinggi dengan konsep-konsep perusahaan corporate…..investasi….perbankan….dll…yang menurutku sangat "tidak pro" dengan kondisi sebagian besar rakyat negeri ini…

Dan terus terang dari kisah hari itu,aku salut dengan mereka…yang terus berjuang… untuk menambah "kocek" bagi kehidupannya…tanpa harus jadi seorang peminta-minta….

dan sejak hari itu pula..aku semakin "mengembara" untuk menemukan ibu-ibu yang lain seperti mereka sembari mempelajari bagaimana cara untuk membantu mereka….

terimakasih adik-adik kecilku yang sudah mengantarkanku pada kehidupan lain diluar kampusku…