kapitalis insyaf
Dua kata ini aku dapatkan pertama kali dari temenku, citra, dia saat ini sudah pesen 1 kursi di GSP untuk tanggal 15 agustus nanti. Met menanti ya cit…
Dua kata ini pula untuk kedua kalinya aku dapatkan,tapi bukan dari temen sesama mahasiswa, kata ini jadi julukanku sekarang saat aku sedang mengerjakan skripsiku.
Jika dulu,citra, dapat julukan itu karena tema syari’ahnya, sekarang aku dapat julukan itu karena tema skripsiku "merakyat banget"-begitu biasanya sang dosen mengatakan.
Ya..aku mengambil tema tentang koperasi di Indonesia.Hidup matinya, kembang kempisnya koperasi di Indonesia.
Kita sama-sama tahu kalau koperasi selalu disebut-sebut sebagai soko guru perekonomian di Indonesia, namun pada kenyataannnya yang kita lihat selama ini koperasi tidak ada gaungnya sama sekali. Jarang sekali kita lihat, dengar koperasi yang dapat "menghidupi hajat hidup orang banyak" atau minimal anggota koperasinya…
Belum pernah dalam sejarah kita mendapat cerita heroiknya pejuang koperasi hingga succes story koperasi. Sangat disayangkan jika sebuah cita-cita besar dan misi koperasi ini akhirnya lenyap karena kita yang tidak mempunyai perhatian kesana.
Aku jadi ingat,saat beberapa bulan yang lalu mengikuti diklat audit koperasi untuk para pengawas koperasi. Aku menjadi peserta termuda dari keseluruhan peserta dan panitia. Mereka rata-rata berumur 45 tahun ke atas. Dan pada saat itulah aku berpikir seandainya yang berada pada forum ini adalah kaum muda maka pasti akan lebih produktif, semangat juang kaum muda untuk mengembangkan koperasi pastinya akan jadi bara api bagi koperasi Indonesia.
Sampai kapankah koperasi harus menanti kaum muda memperjuangkannya??sampai kapankah indonesia menanti banyaknya pemuda-pemudi,para kapitalis-kapitalis insyaf..
August 1st, 2007 at 9:24 pm
walopun skripsi ku ga berhub dg syariah or kerakyatan, kayaknya skripsi ku juga ga bisa dimasukin tema kapitalis, karena isinya membela lingkungan (fisik). moga aja ada manfaatnya (min. direplikasi adik kelas ^^)
btw, karena blog di fs terbatas fasilitasnya, sering di-block di institusi pendidikan spt UGM, dan sering ada iklan screensaver dengan gambar porno, kusarankan Putri pindah ke web blog lain, yaitu multiply.com. Helvy Tiana Rosa and Son, Asma Nadia, juga Andrea Hirata (penulis tetralogi best-seller Laskar Pelangi) sudah mempunyai account di MP (kependekan Multiply).
Woke?!
Salam….