tuk jundi-jundi kecilku tersayang (part 1)

3 hari sudah aku bergelut dengan dunia baru.

Yah..bisa dibilang ustadzah playgroup ;).

Di romadhon tahun ini

oleh kepala sekolah TPA masjid perumahanku

aku diamanahi untuk pegang iqro’ 1 dan 2.

Di romadhon yang lalu-lalu,

biasanya kalau nggak di Al-Qur’an,

ya iqro’ 5 atau 6.

Namun kini aku menjadi guru tetap di iqro’ 1 dan 2.

Awalnya…bayanganku,

aku akan mengajar anak usia 5 tahun ke atas.

Di kelas yang hanya 10-15 anak.

Yang mudah diarahkan,

bisa diceritain tentang kisah Nabi or kisah-kisah tokoh Islam yang lain.

Bisa diajak membaca do’a-do’a sehari-hari dengan 1-2 kali ajaran.

Bisa diajak bernyanyi dengan 1 kali aku nyanyikan.

Tapi…ternyata semua di luar bayanganku.

Aku mengajar 35-40 anak di iqro’ 1 dan 2 ini.

Dan……kebanyakan balita dan batita…

dan yang sangat berbeda di kelas ini satu-satunya yang orang tua

atau pembantunya nungguin anak-anake…

MasyaAllah…Subhanallahu…..bisa dibayangkan teman-teman

bagaimana repotnya???

Kalau temen-temen mo uji kesabaran,ketelatenan

dan kecakapan dalam mengatasi anak-anak

datanglah ke sini, sehari saja mengajar mereka.

Alhamdulillah aku dibantu oleh temen-temen remaja muslim

yang memang pada romadhon sekarang ini pada keluar semua.

Ada

sekitar 100 remaja muslim,

dan rata-rata yang datang untuk ngajar TPA 50an orang

yang disebar dari iqro’1 sampai Al-Qur’an.

Yah..ini atas izin Allah yang setelah bertahun-tahun remaja “mati”,

akhirnya berdasar inisiatif dari temen-temen yang sudah “sepuh” ini

membuat ikatan remaja muslim. Dan alhamdulillah antusiasme mereka bagus.Semoga amal ibadah kami dan mereka diterima disisi Allah.

Yup… begitulah…

aku sangat terbantu oleh remaja-remaja

yang baru menginjak usia remajanya ini,

karena kebanyakan usia belasan,

jarang yang usianya dua puluhan ke atas,

kecuali pengurus harian ikatan remaja muslim yang bisa diitung dengan jari.

Nah karena usianya yang masih pada belia inilah,

pengalaman juga kurang.

Jadi fungsi mereka kebanyakan adalah hanya mengajar ngaji iqro’,

setelah itu selesai. Giliran guru tetap yang harus

memainkan peran pasca ngaji iqro’ selesai.

Dan karena diluar bayanganku tadi,

ada kisah lucu…yang akhirnya

aku maklumi sebab usia anak-anak didikku ini balita dan batita kebanyakan.

Hari pertama setalah pulang dari kerja,

aku menempatkan diri di tengah anak-anak manis nan polos itu.

Aku ceritakan tentang kisah Nabi Yunus yang dimakan ikan hiu.

Baru dengar judulnya saja,

apa komentar anak-anak yang mengangenkanku itu???

“ Mbak…aku pernah lihat lho…ikan guedheee… banget…”

alya nama gadis kecil ini

mau nggak mau aku harus kasih feedback dulu ke dia

“O..ya? segedhe apa mbak alya” tanyaku padanya

“Segedhe….aku mbak…dia makannya rumput mbak…

dia juga suka berenang di air……

senyumku pun mengembang…..setelah itu…

“Mbak putri ikan hiu itu

kan

jahat banget…”

elsa si imut nimbrung

“insyaAllah bukan jahat kok mbak elsa, tapi…..”

“Huaaa…huaaa…huaa… bu guru

bryan

nakalin aku”………

buk..buk..buk…,

pukul-pukulan antar 2 santriku pun terjadi.

Alhasil..tidak jadilah aku cerita tentang Nabi Yunus.

Tapi mendamaikan mereka berdua dan

sekaligus mengajarkan pada santri lainnya untuk saling memaafkan.

Setelah reda, aku coba untuk mengajari mereka menyanyi

lagu Islami dengan lirik balonku ada

lima

.

Karena aku agak lupa lirik Islamnya,sebelum mencoba untuk bernyanyi,

aku bertanya dulu pada santriku di romadhon 2 tahun lalu, yang kini sudah remaja.

Nah sepertinya, santri-santri kecil itu mendengarkan percakapanku. Dan….

Dengan serta merta lagu balonku ada

lima

yang asli pun terdendangkan dengan sangat keras……Ya..Rabbi…lucuuuu banget sih ya…

Hmm…di hari pertama ini, aku sampai kehabisan suara, karena suaraku kalah dengan hiruk pikuknya, Tanya

sana

sininya mereka padaku, dan ngobrolnya mereka pada yang lainnya.

Leave a Reply